simponi-negeri-diatas-awan-9-agustus-2014
Berita Dieng (Update) Status Dieng Terkini

diengculturefestival.com

PAKET WISATA DIENG

One Day Tour Paket 2 Hari 1 Malam Paket 3 Hari 2 Malam Paket 4 Hari 3 Malam Paket 5 Hari 4 Malam Paket Study Tour Paket Keluarga Paket Personal Berita Dieng (Update)

 

Berita Dieng (Update) Seputar Informasi Dieng Culture Festival

Jelang Dieng Culture Festival, "Homestay" Mulai Penuh

Calon wisatawan dari berbagai daerah mulai memesan homestay di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegera, sebagai tempat menginap saat liburan sekolah, khususnya ketika pergelaran "Dieng Culture Festival 2013" (DCF).

"Dari pantauan kami, hampir 90 persen homestay yang tersebar di Desa Dieng Kulon, Kepakisan, dan Dieng Wetan (masuk wilayah Kabupaten Wonosobo) sudah dipesan calon wisatawan," kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng, Pandawa Alif Faozi di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Sabtu (1/6/2013).

Khusus di Desa Dieng Kulon, lanjutnya, hingga saat ini terdapat 67 unit homestay dan sebagian besar telah dipesan calon wisatawan. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa geliat wisata Dataran Tinggi Dieng mulai pulih pasca peningkatan aktivitas Kawah Timbang.

"Saat aktivitas Kawah Timbang meningkat, tingkat kunjungan wisatawan ke Dataran Tinggi Dieng turun hingga 30 persen," katanya.

"Oleh karena itu, tambahnya, pihaknya terus berusaha menginformasikan kepada calon wisatawan bahwa Dieng tetap aman dikunjungi karena Kawah Timbang bukan daerah tujuan wisata dan lokasinya jauh dari Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng.

Sumber : antara

Jazz di Atas Awan Digagas di Gunung Dieng

Suhu dingin dengan kabut tipis menyelimuti Candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng. Perlahan intro musik jazz mengalun rancak. Suara bening berlatar desau angin lembah, menambah nuansa jazz menemukan ruangnya. “Kami menamakannya Jazz Di Atas Awan,” ujar Ketua Kelompok Sadar Wisata Dieng Pandawa, Alief Faozi, Selasa 7 Mei 2013.

Alief tengah membayangkan konsep dari pergelaran jazz yang akan digelar 30 Juni 2013 itu. Pergelaran Jazz itu merupakan satu rangkaian dengan Dieng Culture Festival 2013. Jualan utamanya masih ritual potong rambut gimbal anak-anak Dieng.

Pada bulan Juni, kata dia, Dieng memasuki musim kemarau. Di musim kemarau panorama Dieng sedang bagus-bagusnya. Matahari terbenam dan tenggelam menyibak kabut tipis. Fragmen munculnya pucuk-pucuk Candi Arjuna di atas awan kabut sangat menakjubkan.

Alief mengatakan, sambutan Jazz di Atas Awan oleh masyarakat baik. Acara tersebut akan dibuat rutin tahunan seperti Jazz Gunung di Bromo dan Ngayogjazz di Yogyakarta. “Dieng berpotensi menjadi salah satu tujuan wisata andalan dengan adanya pergelaran jazz ini,” katanya.

Wakil Bupati Banjarnegara, Hadi Supeno, beberapa waktu lalu mengatakan pernah berbincang dengan Bupati Wonosobo, Kholiq Arief, untuk membuat pergelaran jazz tingkat nasional. “Dieng sangat layak sebagai tempat festival jazz,” katanya.

Menurut dia, panggung terbuka di Dieng menjadi nilai tambah tersendiri. Kabut yang cukup tebal bisa menjadi latar panggung tersendiri saat pergelaran.

Pelaku wisata Dieng, Alif Rahman mengatakan, tahun ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan Dieng Culture Festival. “Ruwatan cukur rambut gimbal tetap akan menjadi andalan utama,” katanya. Tahun ini, kata dia, pesta kembang api akan digelar di kompleks Candi Arjuna. Pesta budaya lokal masih akan digelar.

sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/05/08/199478777/Jazz-di-Atas-Awan-Digagas-di-Gunung-Dieng

Festival Dieng Tetap Digelar Meski Jalur Ditutup

Meski ada penutupan jalur wisata Wonosobo-Dieng, pelaksanaan Dieng Culture Festival 2013 akan tetap digelar. Jalur wisatawan nantinya akan dialihkan melalui Banjarnegara. "Meski memutar, kami jamin wisatawan tetap bisa sampai di Dieng dengan selamat," kata Sarwo Edi, pemilik agen wisata Dieng, Rabu, 29 Mei 2013.

Para wisatawan dari arah barat, seperti Jakarta dan sekitarnya, bisa lewat jalur Wanayasa Banjarnegara. Sedangkan wisatawan dari arah Yogyakarta bisa lewat Wonosobo hingga Banjarnegara.

Wisatawan diharap tidak melakukan perjalanan pada malam hari. Pasalnya, jalur Banjarnegara-Dieng cukup berliku dan curam. Jalur itu juga tidak bisa dilintasi bus ukuran besar. Sehingga jika menggunakan bus ukuran besar maka kendaraan mesti diparkir di alun-alun Kota Banjarnegara. Dari alun-alun, wisatawan bisa menggunakan moda transportasi lain untuk menuju Dieng.

Sebelumnya pemerintah Wonosobo terpaksa menutup jalur Wonosobo-Dieng mulai 1 Juni hingga 1 Agustus nanti untuk perbaikan. Pasalnya jalan provinsi itu sudah rusak parah. "Kondisinya sudah sangat membahayakan, kalau tidak diperbaiki akan longsor seluruhnya," kata Bupati Wonosobo, Kholieq Arif. Gempa bumi yang melanda kawasan itu pada April lalu menyebabkan sejumlah bahu jalan di Desa Tieng Kecamatan Kejajar longsor.

Meski ada penutupan jalur namun antusias masyarakat untuk menghadiri festival yang akan digelar pada 29-30 Juni nanti itu tetap tinggi. Menurut Sarwo saat ini seluruh home stay di Dieng sudah penuh dipesan. "Kami bahkan terpaksa menolak pesanan karena sudah tak ada lagi kamar," katanya. Selain ritual pemotongan rambut gimbal, festival itu nanti juga akan diisi dengan pagelaran Jazz Di Atas Awan.

sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/05/29/200484187/Festival-Dieng-Tetap-Digelar-Meski-Jalur-Ditutup

Jalur Wonosobo Dieng Ditutup Sementara

Jalur menuju kawasan Dataran Tinggi Dieng dari arah Kabupaten Wonosobo (Jateng), mulai Sabtu (1/6/2013) ini ditutup sementara selama dua bulan. Penutupan itu untuk perbaikan jalan dan jembatan di sejumlah titik. Penutupan ini dikhawatirkan akan menurunkan wisatawan yang hendak berkunjung ke Dieng.

Kepala Desa Dieng Kulon, Slamet Budiono mengungkapkan, penutupan jalur tersebut jelas akan menganggu roda ekonomi dan wisata di Dieng. Selama ini, ekonomi warga Dieng dan sekitarnya terutama angkutan hasil pertanian lebih mudah melalui jalur Dieng-Wonosobo yang lebih cepat. “Jika harus melewati jalur Karangkobar atau Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, terlalu memutar dan jarak tempuhnya maskin jauh. Kondisi jalan itu Karangkobar dan Wanayasa juga banyak kerusakannya,” katanya.

Slamet mengatakan, akibat penutupan itu, mau tidak mau kendaraan pengangkut hasil pertanian harus memutar jauh atau harus melalui Banjarnegara. “Jika kendaraan hendak menuju arah Barat atau arah Jakarta, tidak terlalu menjadi masalah. Namun jika tujuan ke Magelang atau Temanggung, jelas harus memutar jauh,” ujarnya.

Ketua kelompok sadar wisata Desa Dieng Kulon, Alif mengatakan, dengan adanya penutupan jalur Wonosobo-Dieng, seharusnya ditanggapi positif Banjarnegara. Walaupun hanya berlangsung selama dua bulan efektif, namun, dengan harus melalui jalur Banjarnegara, setidaknya menjadi momen untuk lebih mengenalkan Banjarnegara.

“Sikap positif dan berbaik sangka sebaiknya dilakukan dengan menggenjot sarana promosi di sepanjang jalan atau pada rute wisata. Terlebih, sebentar lagi akan ada even Dieng Culture Festival atau DCF yang sudah menasional,” ujarnya.

sumber : http://city.seruu.com/read/2013/06/01/166777/jalur-wonosobo-dieng-ditutup-sementara

paket wisata dieng
bg_footer.gif
Copyright © 2013 www.diengculturefestival.com. All rights reserved